Pages

Subscribe:

Labels

Minggu, 08 April 2012

10 Tanda Anak Pintar



1. Mempertahankan Informasi: Istilah "masuk telinga kiri keluar telinga kanan" nampaknya berlaku bagi kebanyakan anak. Akan tetapi anak yang pintar benar-benar mempertahankan berbagai informasi dan mampu mengingatnya di lain waktu. Sebuah contoh dari National Association of Gifted Children (NAGC) ialah: "Seorang anak berusia enam tahun kembali dari perjalanan museum ruang angjasa dan mereproduksi kembali secara akurat gambar roket ruang angkasa yang telah dilihatnya.

2. Memiliki Ketertarikan Luas: Anak pintar menampilkan minat dalam berbagai topik. Mereka mungkin suka dengan dinosaurus dalam satu bulan, ruang angkasa bulan berikutnya, dan seterusnya.

3. Menulis dan Membaca Lebih Awal: Jika anak anda adalah seseorang yang pintar, dia mungkin dapat membaca dan menulis sangat dini dan tanpa pengajaran formal.

4. Berbakat di Bidang Musik atau Seni: Anak yang menampilkan bakat luar biasa untuk musik dan seni sering dianggap pintar. Anak yang dapat menggambar, bernyanyi dengan sempurna, atau menampilkan bentuk persepsi seni yang tinggi lainnya biasanya masuk dalam kategori anak pintar.

5. Menunjukkan Waktu Konsentrasi Intens: Anak tidak begitu identik dengan rentang perhatian yang panjang, tapi anak pintar mampu memiliki waktu lebih konsentrasi intens.

6. Memiliki Ingatan Baik: Beberapa anak pintar mampu mengingat hal-hal sewaktu mereka lebih kecil. Misalnya, anak berumur dua tahun mungkin ingat dan membawa kembali kejadian ketika dia berusia 18 bulan.

7. Memiliki Kosakata Tinggi: Seorang anak yang terlalu dini untuk berbicara bukan saja merupakan tanda kepintaran, tapi jika anak anda berbicara menggunakan kosakata yang lebih maju dan kalimat-kalimat, maka dia mungkin memang sepintar yang anda bayangkan. Menurut NAGC, "Anak pada usia dua tahun membuat kalimat seperti: 'Ada anjing.' Anak dua tahun yang pintar mungkin akan berkata, 'Ada seekor anjing di belakang rumah dan ia mengendus bunga.'"

8. Memperhatikan Detil: Anak pintar memiliki mata tajam untuk detil. Anak yang lebih tua mungkin ingin tahu rincian spesifik tentang bagaimana segala sesuatu bekerja, sedangkan anak yang lebih muda akan dapat menaruh kembali mainan persis di mana ia mendapatkannya atau memperhatikan jika sesuatu telah dipindahkan dari tempat biasa.

9. Bertindak sebagai Kritikus Sendiri: Pada umumnya anak tidak terlalu khawatir tentang diri mereka sendiri atau orang lain, kecuali teman mereka memiliki sesuatu yang mereka inginkan. Sebaliknya, anak pintar prihatin dengan orang lain, tapi yang paling penting diri mereka sendiri.

10. Memahami Konsep Kompleks: Anak yang sangat pintar memiliki kemampuan untuk memahami konsep yang kompleks, memahami hubungan, dan berpikir abstrak. Mereka mampu memahami masalah secara mendalam dan berpikir tentang solusi.

Jumat, 09 Desember 2011

Fakta Unik Tentang Duduk Lebih Dari 3 Jam



Duduk kelihatannya sepele namun tahukah anda duduk berjam-jam beresiko membuat anda cepat mati? Menurut Medical Billing and Coding konsekuensi duduk berjam-jam adalah seperti dibawah ini.

1. Duduk 6 jam lebih membuat kemungkinan anda mati meningkat 40% dalam waktu 15 tahun dibanding yang cuma duduk 3 jam, bahkan kalau anda berolahraga.

2. Orang obesitas duduk 2.5 jam lebih lama dari orang kurus dalam sehari.

3. Orang yang sering duduk beresiko 2x lipat kena penyakit cardiovaskular

4. Segera setelah anda duduk aktifitas elektrik di otot kaki akan mati

5. Segera setelah anda duduk pembakaran kalori turun sampai 1 per menit

6. Enzim yang membantu pelarutan lemak turun 90%

7. Duduk sambil nonton TV 3 jam lebih beresiko 64% kena penyakit jantung

Untuk mengatasinya lakukan beberapa hal ini:

1. Sering-sering lah berolahraga atau melakukan peregangan otot.

2. Duduklah dengan posisi sudut 135 Derajat untuk meringankan tekanan di punggung.

Dikutip Dari Science And Tekhnologi

Senin, 05 Desember 2011

Pecahkan Berbagai Soal Matematika dengan Microsoft Mathematics


Persamaan matematika, tidak bisa diselesaikan dengan menggunakan kalkulator. Pasti banyak siswa SMA ataupun siswa perguruan tinggi yang mungkin dapat dikatakan pemalas ingin secara instan dan tidak bertele-tele dalam menyelesaikan bermacam-macam tugas matematika mereka yang tidak dapat dibantu oleh kalkulator. Banyak yang bertanya “Equation” yang disediakan microsoft word mungkin membantu, tetapi tetap tidak semua permasalahan matematika yang dapat diselesaikannya. Atau microsoft excel? Ya, segala jenis persamaan matematika dapat diselesaikan dengan yang satu ini. Akan tetapi masalahnya, terlalu banyak formula yang membuat kita pusing menggunakannya. Untuk menggunakan formula tersebut, bisa jadi lebih repot daripada mengerjakan suatu persamaan sendiri.

Lalu? Apa solusi yang terbaik? Syukurlah, microsoft telah mengeluarkan aplikasinya yang bernama “Microsoft Mathematics”. Bukan hanya persamaan yang dapat diselesaikan, tetapi aplikasi ini juga menyediakan berbagai macam rumus. Belum lagi tersedia alat untuk mengkonversi satuan.
Soal-soal matematika yang dapat diselesaikan oleh alat ini meliputi pra-aljabar, aljabar, trigonometri dan kalkulus. Dan tentu saja tidak berhenti sampai disitu, aplikasi buatan microsoft ini juga dapat menyelesaikan soal-soal fisika bahkan kimia dilengkapi dengan fitur grafik. Bisa juga mengkonversi dari satu sistem unit yang lain, mengevaluasi segitiga, dan juga memecahkan sistem persamaan.


Aplikasi ini juga menyediakan grafik atau diagram kartesius dalam bentuk 2D (x dan y) maupun 3D (x, y dan z). Berbeda dengan microsoft excel yang langsung menampilkan hasil setelah formula diketik, Microsoft Mathematics menampilkan instruksi serta tahap demi tahap (step by step) dari proses penyelesaian soal. Tentu sangat membantu bukan bagi pekerjaan rumah siswa? Tetapi sebaiknya jangan digunakan jika hanya mempermalas kita dalam mengerjakan tugas, kecuali dalam situasi terdesak seperti deadline atau sebagainya.

Jika tidak disalahgunakan, Microsoft Mathematic fungsinya sangat luar biasa. Satu set aplikasi matematika ini dapat membantu kita jika tidak mengerti bagaimana cara memecahkan suatu soal yang rumit. Setelah soal tersebut kita tulis, kita dapat mengerti penyelesaiannya dan siswa dapat memahami konsep-konsep dalam mengerjakan soal tersebut, jadi tidak perlu lagi mencari guru privat ataupun bimbingan belajar yang notabene mengeluarkan lebih banyak dana. Mungkin, bagi para guru atau dosen juga perlu untuk memiliki aplikasi ini untuk diterapkan pada saat proses belajar mengajar dikelas demi kemajuan pendidikan indonesia kedepannya. Untuk para karyawan yang berkutat dibagian hitung menghitung (eksak) seperti insinyur, akuntan, dan lain-lain fungsi Microsoft Mathematics juga tidak kalah penting bagi mereka.

Dijamin, tidak ada kalkulator genggam dimanapun, keluaran perusahaan apapun yang menandingi kemampuan dari Microsoft Mathematics. Jika anda tertarik dengan aplikasi ini, dapat di download dari situ resmi microsoft Microsoft Mathematics. Dijamin kemampuan aplikasi ini dapat anda pergunakan di suatu saat.

Jumat, 25 November 2011

Kesenangan Mengurangi Kematian Pada Seseorang




Don’t Worry. Be Happy. Syair lagu yang terkenal ini tampaknya lebih bermakna berdasarkan studi terbaru yang menunjukkan bahwa kebahagiaan berkontribusi bagi usia yang lebih panjang.

Orang-orang yang bahagia tidak hanya menikmati hidup, tapi juga cenderung hidup lebih lama. Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa orang yang dilaporkan merasa bahagia setiap harinya adalah 35 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mati dalam 5 tahun berikutnya jika dibandingkan dengan mereka yang kurang bahagia.

Penelitian sebelumnya tentang kebahagiaan dan umur panjang telah melihat bagaimana orang memiliki perasaan di masa lalu. Ingatan-ingatan perasaan ini tidak selalu akurat. Tidak semua orang bisa ingat persis bagaimana perasaan mereka pada beberapa hari yang lalu, sehingga informasinya menjadi sedikit kurang sempurna.

Untuk studi ini, para peneliti yang dipimpin Profesor Psikologi di University College London, memantau 3.800 peserta antara usia 52 hingga 79 tahun. Mereka diminta untuk merekam tingkat kebahagiaan mereka, kecemasan dan berbagai emosi lain di empat titik tertentu sepanjang satu hari tertentu.

Berdasarkan jawaban-jawaban mereka, para peneliti membagi para peserta menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat kebahagiaan dan perasaan positif. Masing-masing kelompok adalah sebanding dalam hal etnis, status pekerjaan, kesehatan secara keseluruhan dan pendidikan, tetapi bervariasi dalam hal usia, kekayaan dan apakah mereka merokok atau tidak.

Setelah jangka waktu lima tahun, para peneliti menemukan bahwa, tujuh persen dari kelompok yang kurang bahagia telah meninggal dibandingkan dengan empat persen pada kelompok yang paling bahagia. Kelompok menengah berada di lima persen.

Para peneliti kemudian memeriksa masing-masing kelompok lagi dan mengontrol faktor usia, penyakit kronis, olahraga, konsumsi alkohol, depresi dan sosial ekonomi. Dengan faktor-faktor yang sudah dipertimbangkan ini, mereka menemukan bahwa 35 persen dari kelompok yang paling bahagia memiliki kemungkinan yang kecil untuk meninggal sedangkan kelompok setengah bahagia adalah 20 persen lebih rendah.



Para peneliti menyebutkan bahwa emosi positif mempengaruhi area-area otak yang juga bekerja dalam fungsi pembuluh darah dan peradangan. Hormon kortisol juga dipengaruhi oleh perubahan dalam emosi dan bisa memainkan peran.

Meskipun studi ini tidak secara langsung membuktikan bahwa kebahagiaan mempengaruhi umur, namun tetap menunjukkan bahwa dokter harus memperhatikan keadaan emosional pasien mereka yang lebih tua. Steptoe yakin bahwa temuan ini memberi alasan bagi pentingnya menargetkan kesejahteraan positif pada pasien-pasien yang lebih tua untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Kredit: University College London
Jurnal: Andrew Steptoe, Jane Wardle. Positive affect measured using ecological momentary assessment and survival in older men and women. Proceedings of the National Academy of Sciences, 31 Oktober 2011. DOI: 10.1073/pnas.1110892108

Sindrom Patah Hati Yang Lebih Sering Menyerang Perempuan



Mendengar kata patah hati, orang akan selalu menghubungkannya dengan masalah percintaan. Padahal sebenarnya patah hati adaalah suatu fenomena yang terjadi pada jantung, dan akibatnya bisa bermacam-macam, bukan hanya masalah asmara saja.

Sindrom patah hati adalah gangguan sementara pada jantung akibat tekanan fisik atau emosional yang ekstrem. Sindrom ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa sindrom ini lebih rentan dialami oleh permpuan tua.

Sindroma patah hati dikenal secara klinis dengan sebutan Takotsubo cardiomyopathy. Sindrom ini menyebabkan pembesaran sebagian jantung untuk sementara, sedangkan sebagian lainnya berfungsi normal atau berkontraksi lebih kuat.

Gejalanya serupa serangan jantung dan memicu nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur dan merasa lemas. Kondisi ini dapat diobati dan biasanya sembuh dalam seminggu.

Sindrom ini bisa didahului oleh kematian mendadak orang yang dicintai, diagnosis medis yang menakutkan, kecelakaan mobil atau bahkan pesta kejutan. Fenomena ini 7,5 kali lebih umum dialami oleh perempuan.

Perempuan yang berusia 55 tahun ke atas 2,9 kali lebih mungkin mengalami sindrom patah hati dibanding perempuan yang lebih muda.

Peneliti menganalisis data nasional pada tahun 2007 dan menemukan bahwa dari sekitar 6.230 kasus sindrom patah hati, lebih dari 89% penderitanya adalah perempuan. Sekitar sepertiga dari pasien berusia antara 50 dan 65 tahun, sementara 58% di antaranya berusia di atas 65 tahun.

Pada perempuan yang berusia 55 ke atas, kemungkinan mengalami sindrom patah 9,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

"Ini adalah untuk pertama kalinya kami mendapat penyakit nyata yang menunjukkan hubungan antara pikiran dan jantung," kata Dr Suzanne Steinbaum, direktur kesehatan perempuan dan penyakit jantung di Lenox Hill Hospital di New York City seperti dilansir Health24.com, Jumat (18/11/2011).

"Kita sebaiknya tidak meremehkan efek pikiran terhadap jantung. Stres yang menetap begitu banyak dijumpai saat ini dan memberi celah kemungkinan keadaan emosional yang dapat mempengaruhi jantung," tambah Steinbaum yang juga juru bicara American Heart Association.

Namun para ahli masih mencoba memahami mengapa perempuan yang lebih banyak menderita sindrom patah hati. Perbedaan hormon dan pembuluh arteri koroner antara jenis kelamin mungkin bisa menjadi faktor penyebabnya. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

"Kami tidak benar-benar tahu apa penyebabnya, tapi gejala ini dijumpai pada orang yang memiliki gejala serangan jantung akibat situasi yang sangat menegangkan," kata Dr Stacey Rosen, ketua asosiasi kardiologi di Long Island Jewish Medical Center di Taman New Hyde, New York.

Menurut Rosen, perempuan memiliki bentuk penyakit jantung yang berbeda dengan laki-laki. Bisa saja ini adalah efek eksternal pada otot jantung, atau perbedaan cara kerja pembuluh darah yang belum dipahami.

"Ada kebenaran bahwa perempuan bersikap dan bereaksi lebih emosional, meskipun tidak adil untuk mengatakan bahwa jika ada sesuatu hal yang mengganggu laki-laki secara emosional, mereka tidak merasakannya," pungkas Steinbaum.