Pages

Subscribe:

Labels

Jumat, 25 November 2011

Kesenangan Mengurangi Kematian Pada Seseorang




Don’t Worry. Be Happy. Syair lagu yang terkenal ini tampaknya lebih bermakna berdasarkan studi terbaru yang menunjukkan bahwa kebahagiaan berkontribusi bagi usia yang lebih panjang.

Orang-orang yang bahagia tidak hanya menikmati hidup, tapi juga cenderung hidup lebih lama. Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences, menemukan bahwa orang yang dilaporkan merasa bahagia setiap harinya adalah 35 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mati dalam 5 tahun berikutnya jika dibandingkan dengan mereka yang kurang bahagia.

Penelitian sebelumnya tentang kebahagiaan dan umur panjang telah melihat bagaimana orang memiliki perasaan di masa lalu. Ingatan-ingatan perasaan ini tidak selalu akurat. Tidak semua orang bisa ingat persis bagaimana perasaan mereka pada beberapa hari yang lalu, sehingga informasinya menjadi sedikit kurang sempurna.

Untuk studi ini, para peneliti yang dipimpin Profesor Psikologi di University College London, memantau 3.800 peserta antara usia 52 hingga 79 tahun. Mereka diminta untuk merekam tingkat kebahagiaan mereka, kecemasan dan berbagai emosi lain di empat titik tertentu sepanjang satu hari tertentu.

Berdasarkan jawaban-jawaban mereka, para peneliti membagi para peserta menjadi tiga kelompok berdasarkan tingkat kebahagiaan dan perasaan positif. Masing-masing kelompok adalah sebanding dalam hal etnis, status pekerjaan, kesehatan secara keseluruhan dan pendidikan, tetapi bervariasi dalam hal usia, kekayaan dan apakah mereka merokok atau tidak.

Setelah jangka waktu lima tahun, para peneliti menemukan bahwa, tujuh persen dari kelompok yang kurang bahagia telah meninggal dibandingkan dengan empat persen pada kelompok yang paling bahagia. Kelompok menengah berada di lima persen.

Para peneliti kemudian memeriksa masing-masing kelompok lagi dan mengontrol faktor usia, penyakit kronis, olahraga, konsumsi alkohol, depresi dan sosial ekonomi. Dengan faktor-faktor yang sudah dipertimbangkan ini, mereka menemukan bahwa 35 persen dari kelompok yang paling bahagia memiliki kemungkinan yang kecil untuk meninggal sedangkan kelompok setengah bahagia adalah 20 persen lebih rendah.



Para peneliti menyebutkan bahwa emosi positif mempengaruhi area-area otak yang juga bekerja dalam fungsi pembuluh darah dan peradangan. Hormon kortisol juga dipengaruhi oleh perubahan dalam emosi dan bisa memainkan peran.

Meskipun studi ini tidak secara langsung membuktikan bahwa kebahagiaan mempengaruhi umur, namun tetap menunjukkan bahwa dokter harus memperhatikan keadaan emosional pasien mereka yang lebih tua. Steptoe yakin bahwa temuan ini memberi alasan bagi pentingnya menargetkan kesejahteraan positif pada pasien-pasien yang lebih tua untuk meningkatkan kesehatan mereka.

Kredit: University College London
Jurnal: Andrew Steptoe, Jane Wardle. Positive affect measured using ecological momentary assessment and survival in older men and women. Proceedings of the National Academy of Sciences, 31 Oktober 2011. DOI: 10.1073/pnas.1110892108

Sindrom Patah Hati Yang Lebih Sering Menyerang Perempuan



Mendengar kata patah hati, orang akan selalu menghubungkannya dengan masalah percintaan. Padahal sebenarnya patah hati adaalah suatu fenomena yang terjadi pada jantung, dan akibatnya bisa bermacam-macam, bukan hanya masalah asmara saja.

Sindrom patah hati adalah gangguan sementara pada jantung akibat tekanan fisik atau emosional yang ekstrem. Sindrom ini lebih sering terjadi pada perempuan dibandingkan dengan laki-laki. Penelitian menunjukkan bahwa sindrom ini lebih rentan dialami oleh permpuan tua.

Sindroma patah hati dikenal secara klinis dengan sebutan Takotsubo cardiomyopathy. Sindrom ini menyebabkan pembesaran sebagian jantung untuk sementara, sedangkan sebagian lainnya berfungsi normal atau berkontraksi lebih kuat.

Gejalanya serupa serangan jantung dan memicu nyeri dada, sesak napas, detak jantung tidak teratur dan merasa lemas. Kondisi ini dapat diobati dan biasanya sembuh dalam seminggu.

Sindrom ini bisa didahului oleh kematian mendadak orang yang dicintai, diagnosis medis yang menakutkan, kecelakaan mobil atau bahkan pesta kejutan. Fenomena ini 7,5 kali lebih umum dialami oleh perempuan.

Perempuan yang berusia 55 tahun ke atas 2,9 kali lebih mungkin mengalami sindrom patah hati dibanding perempuan yang lebih muda.

Peneliti menganalisis data nasional pada tahun 2007 dan menemukan bahwa dari sekitar 6.230 kasus sindrom patah hati, lebih dari 89% penderitanya adalah perempuan. Sekitar sepertiga dari pasien berusia antara 50 dan 65 tahun, sementara 58% di antaranya berusia di atas 65 tahun.

Pada perempuan yang berusia 55 ke atas, kemungkinan mengalami sindrom patah 9,5 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki.

"Ini adalah untuk pertama kalinya kami mendapat penyakit nyata yang menunjukkan hubungan antara pikiran dan jantung," kata Dr Suzanne Steinbaum, direktur kesehatan perempuan dan penyakit jantung di Lenox Hill Hospital di New York City seperti dilansir Health24.com, Jumat (18/11/2011).

"Kita sebaiknya tidak meremehkan efek pikiran terhadap jantung. Stres yang menetap begitu banyak dijumpai saat ini dan memberi celah kemungkinan keadaan emosional yang dapat mempengaruhi jantung," tambah Steinbaum yang juga juru bicara American Heart Association.

Namun para ahli masih mencoba memahami mengapa perempuan yang lebih banyak menderita sindrom patah hati. Perbedaan hormon dan pembuluh arteri koroner antara jenis kelamin mungkin bisa menjadi faktor penyebabnya. Namun penelitian lebih lanjut masih diperlukan.

"Kami tidak benar-benar tahu apa penyebabnya, tapi gejala ini dijumpai pada orang yang memiliki gejala serangan jantung akibat situasi yang sangat menegangkan," kata Dr Stacey Rosen, ketua asosiasi kardiologi di Long Island Jewish Medical Center di Taman New Hyde, New York.

Menurut Rosen, perempuan memiliki bentuk penyakit jantung yang berbeda dengan laki-laki. Bisa saja ini adalah efek eksternal pada otot jantung, atau perbedaan cara kerja pembuluh darah yang belum dipahami.

"Ada kebenaran bahwa perempuan bersikap dan bereaksi lebih emosional, meskipun tidak adil untuk mengatakan bahwa jika ada sesuatu hal yang mengganggu laki-laki secara emosional, mereka tidak merasakannya," pungkas Steinbaum.

Hati-Hati Efek Bedah Caesar Pada Sang Bayi



Hati-hati Efek Bedah Caesar Pada Bayi

Sejumlah riset telah mengungkap bahwa persalinan melalui bedah caesar dapat menimbulkan risiko lebih besar bagi bayi, terutama ancaman mengidap beragam penyakit mulai dari gangguan pernafasan hingga alergi.

Kini sebuah penelitian terbaru di Eropa yang dimuat jurnal PubMed mengindikasikan, bayi yang lahir melalui proses bedah caesar berisiko 20 persen lebih besar mengidap diabetes tipe 1 di bandingkan bayi yang lahir lewat persalinan normal.

Penyakit diabetes tipe 1, yang dapat muncul sejak usia dini, saat ini tengah meningkat prevalensinya di Eropa dan para ahli belum bisa memastikan penyebabnya.

“Akhir-akhir ini, diabetse tipe 1 pada anak-anak saat ini meningkat prevalensinya di Eropa, dan tingginya rata-rata ini mengidikasikan bahwa faktor-faktor lingkungan dapat menjadi penyebabnya,” ungkap Dr Chris Cardwell, dari Queen’s University Belfast.

Fenomena itu lalu membuat Cardwell dan timnya kemudian melakukan kajian terhadap 20 penelitian yang telah dilakukan. Hasil kajian mengindikasikan bahwa kontak awal bayi terhadap bakteri di rumah sakit saat tindakan operasi caesar mungkin bisa menjadi penyebabnya. Padahal, bila bayi lahir secara normal maka tubuh mereka akan melakukan kontak di jalan lahir dengan bakteri menguntungkan yang berasal dari ibu untuk pertamakalinya.

Tak heran, bila risiko bayi lahir normal mengidap diabetes menurut kajian studi Cardwell hanya sekitar 0,3 persen saja. Sedangkan pada bayi yang dicaesar, risikonya meningkat hingga 20 persen, meskipun angka ini belum dapat dijelaskan atau dikaitkan dengan faktor lain seperti berat bayi saat lahir, asupan ASI, usia ibu atau kondisi-kondisi lain seperti diabetes gestasional atau meningkatnya gula darah saat hamil pada ibu yang sebelumnya tak mengidapnya.

“Penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang konsisten risiko diabetes sebanyak 20 persen. Penting untuk diingat bahwa penyebab meningkatnya risiko ini belum diketahui, meski ada kemungkinan bahwa bedah caesar bukan satu-satunya yang bertanggung jawab. Mungkin karena bayi yang lahir melalui metode ini terpapar bakteri yang berasal dari lingkungan rumah sakit untuk pertama kalinya ketimbang kontak dengan bakteri dari ibu,” ungkapnya.

Sementara itu Dr Iain Frame, dari Diabetes UK, berpendapat bahwa faktor genetik dan infeksi di masa kanak-kanak bisa berperan dalam timbulnya penyakit diabetes tipe 1. Namun riset lebih mendalam perlu dilakukan untuk mencari hubungannya dengan operasi caesare.

“Temuan dari riset ini mengindikasikan bahwa cara bayi dilahirkan dapat mempengaruhi bagaimana mereka tumbuh dan berkembang di kemudian hari. Tak semua perempuan punya pilihan apakan mereka dapat melakukan caesar atau tidak. Tetapi bagi mereka yang berharap menjalaninya seharusnya memperhitungkan risiko ini,” paparnya.

Mimpi memulihkan memori yang menyakitkan


Hasil studi ini menawarkan beberapa wawasan pertama terhadap fungsi emosional tidur Rapid Eye Movement (REM), yang biasanya mengambil 20 persen dari jam tidur manusia sehat.

Mereka bilang hanya waktu yang bisa menyembuhkan duka, dan penelitian terbaru dari University of California, Berkeley, menunjukkan bahwa waktu yang dihabiskan dalam tidur mimpi dapat membantu kita mengatasi penderitaan yang menyakitkan.

Para peneliti UC Berkeley telah menemukan bahwa selama fase mimpi pada tidur, yang juga dikenal sebagai tidur REM, kimiawi stres kita dimatikan dan otak memproses pengalaman emosional dan menumpulkan memori yang menyakitkan.

Temuan ini menawarkan penjelasan menarik tentang mengapa orang-orang yang menderita gangguan stress pasca-traumatik (PTSD), seperti para veteran perang, memiliki masa-masa yang sulit untuk pulih dari pengalaman menyedihkan dan menderita mimpi buruk yang berulang-ulang. Temuan ini juga menawarkan petunjuk mengenai mengapa kita bermimpi.

“Tahap mimpi pada tidur, berdasarkan komposisi neurokimia yang unik, memberikan kita suatu bentuk terapi semalam, balsem menenangkan yang menghilangkan tepian tajam dari pengalaman emosional masa sebelumnya,” kata Matthew Walker, profesor psikologi dan ilmu saraf di UC Berkeley dan penulis senior studi yang akan dipublikasikan pada 23 November, dalam jurnal Current Biology ini.

Bagi penderita PTSD, terapi semalam ini mungkin tidak bekerja secara efektif, sehingga ketika suatu “kilas balik dipicu oleh, katakanlah, knalpot mobil, hal ini menghidupkan sekali lagi seluruh pengalaman mendalam karena emosi yang belum dilucuti dari memori saat tidur. “

Hasil studi ini menawarkan beberapa wawasan pertama terhadap fungsi emosional tidur Rapid Eye Movement (REM), yang biasanya mengambil 20 persen dari jam tidur manusia sehat. Studi otak sebelumnya menunjukkan bahwa pola tidur menjadi terganggu pada orang yang menderita gangguan mood seperti PTSD dan depresi.

Sementara manusia menghabiskan satu-sepertiga kehidupan mereka untuk tidur, tidak ada konsensus ilmiah tentang fungsi tidur. Namun, Walker bersama tim risetnya telah membuka banyak misteri yang mengkaitkan tidur dengan pembelajaran, memori dan peraturan mood. Penelitian terbaru ini menunjukkan pentingnya keadaan mimpi REM.

“Selama tidur REM, kenangan diaktifkan kembali, dimasukkan ke dalam perspektif serta terkoneksi dan terintegrasi, namun dalam keadaan di mana zat neuro-kimia stres secara menguntungkan ditekan,” kata Els van der Helm, seorang mahasiswa doktor di bidang psikologi di UC Berkeley dan penulis utama studi tersebut.

Tiga puluh lima orang dewasa muda yang sehat berpartisipasi dalam studi ini. Mereka dibagi menjadi dua kelompok, masing-masing anggotanya diperlihatkan 150 gambar emosional, sebanyak dua kali dan terpisah selama 12 jam, selagi pemindai MRI mengukur aktivitas otak mereka.

Setengah dari partisipan diperlihatkan gambar pada pagi hari dan kembali diperlihatkan pada malam hari, mereka tidak tidur selama rentang waktu di antara dua tampilan tersebut. Setengah lainnya diperlihatkan gambar pada malam hari dan kembali diperlihatkan keesokan harinya setelah tidur semalam penuh.

Mereka yang tidur di antara kedua tampilan gambar melaporkan penurunan reaksi emosional yang signifikan terhadap gambar. Selain itu, pindaian MRI menunjukkan penurunan reaktivitas yang dramatis pada amigdala, bagian otak yang memproses emosi, memungkinkan korteks prefrontal “rasional” otak memperoleh kembali kontrol reaksi emosional para partisipan.

Selain itu, para peneliti mencatat aktivitas listrik otak para peserta selagi mereka tidur, dengan menggunakan electroencephalograms. Mereka menemukan bahwa, selama tidur mimpi REM, pola-pola aktivitas listrik tertentu mengalami penurunan, menunjukkan bahwa penurunan kadar zat neuro-kimia stres di otak menenangkan reaksi emosional pada pengalaman hari sebelumnya.

“Kami tahu bahwa selama tidur REM terjadi penurunan tajam dalam tingkat norepinefrin, suatu bahan kimia otak yang berhubungan dengan stres,” kata Walker. “Dengan pengolahan ulang pengalaman emosional sebelumnya dalam lingkungan neuro-kimia aman rendah norepinefrin ini selama tidur REM, kita bangun keesokan harinya, dan pengalaman-pengalaman itu telah melunak dalam kekuatan emosional mereka. Kita merasa lebih baik tentang mereka, kita merasa kita mampu mengatasi.”

Walker mengatakan ia menginformasikan efek menguntungkan dari tidur REM pada pasien PTSD ketika seorang dokter di rumah sakit Department Urusan Veteran AS di wilayah Seattle mengatakan kepadanya tentang obat tekanan darah yang sengaja mencegah mimpi buruk berulang-ulang pada pasien PTSD.

Ternyata obat generik tekanan darah memiliki efek samping yang menekan norepinefrin di otak, sehingga menciptakan otak menjadi lebih bebas stres selama REM, mengurangi mimpi buruk dan mempromosikan kualitas tidur yang lebih baik. Hal ini menyatakan adanya hubungan antara PTSD dan tidur REM, kata Walker.



“Studi ini dapat membantu menjelaskan misteri mengapa obat-obat ini membantu beberapa pasien PTSD dan gejalanya selama tidur mereka,” kata Walker. “Hal ini juga dapat membuka jalan pengobatan baru mengenai tidur dan penyakit mental.”

Kredit: University of California – Berkeley
Jurnal: Els van der Helm, Justin Yao, Shubir Dutt, Vikram Rao, Jared M. Saletin, Matthew P. Walker. REM Sleep Depotentiates Amygdala Activity to Previous Emotional Experiences. Current Biology, 23 November 2011 DOI: 10.1016/j.cub.2011.10.052

Sabtu, 19 November 2011

10 Fakta Tentang Facebook


Melambungnya popularitas situs jejaring sosial terbesar di dunia, Facebook, masifnya jumlah pengguna Facebook, dan milyuner termuda adalah sang CEO Facebook, merupakan beberapa fakta yang mencengangkan dari Facebook yang beredar di ranah maya saat ini.

Namun hanya segelintir orang yang tahu bahwa sejatinya Facebook dimulai dari balik tembok kamar asrama di Harvard. Nah, untuk mengungkap fakta Facebook lainnya, berikut kami sadur 10 fakta yang mungkin tidak Anda ketahui. Jadi silahkan baca dan informasikan apa pendapat Anda.

Original Facebook Homepage Dahulu Memajang Wajah Al Pacino

Sebelum Facebook melakukan perubahan besar-besaran di tahun 2007, halaman depan facebook sebelumnya berhiaskan wajah seorang pria yang disamarkan dibalik kode binary. Tidak ada yang tahu tentang wajah yang kerap disapa “Facebook guy” tersebut. Namun misteri terpecahkan setelah David Kirkpatrick merilis sebuah buku bertajuk The Facebook Effect yang menyatakan bahwa gambar tersebut adalah manipulasi wajah dari Al Pacino yang dibuat oleh rekan dan teman sekelasnya, Mark Zuckerberg.

Sebelumnya, Facebook Berfungsi Sebagai Layanan Berbagi Data

Anda tidak akan menemukan fakta ini pada timeline resmi Facebook, namun dahulunya Facebook adalah sebuah layanan file sharing antar teman berjuluk Wirehog, yang dibangun jauh sebelum adanya Facebook oleh Mark Zuckerberg dan ketiga temannya. Layanan tersebut dilansir 2004 dan dilaporkan telah direncanakan sebagai fitur terintegrasi Facebook. Tahun 2005, Facebook mulai mempromosikan layanan secara aktif dan Zuckerberg mengatakan kepada temannya “Saya rasa Wirehog mungkin bisa menyebar seperti halnya Facebook.” Namun akibat kendala pembajakan, Wirehog mati tahun 2006 sebelum Facebook berkembang menjadi besar.

Apple dan Microsoft Adalah Partner Awal Facebook

Banyak di antara kalian yang tahu bahwa Facebook hadir dengan sangat tiba-tiba dan dimulai pada Ivy League colleges sebelum masuk ke sebuah institusi pendidikan lainnya. Namun tahukan Anda kalah Apple dan Microsoft adalah perusahaan yang pertama kali bekerja sama dengan Facebook sebelum Intel, EA dan Amazon. Perusahaan lainnya adalah Accenture, Gap, Intuit, Pepsi, PricewaterhouseCoopers dan lembaga non profit Teach for America.

Facebook Sembunyikan Telur Paskah

Telur paskah bukanlah hal baru bagi Facebook. Awalnya, sebuah referensi film terkait bisa ditemukan dalam situs ini. Referensi tersebut dapat dijumpai di footer Friends Page lama tahun 2007 dan juga terdapat di quote fil The Wedding Crasher. Sebagai tambahan, Facebook juga sempat menyebutkan kode untuk permainan Contra buatan Konami (atas, atas, bawah, bawah, kiri, kanan, kiri, kanan, B, A, Start) yang kemudian akan merubah tampilan latar situs menjadi bulatan warna-warni dan kilauan cahaya.

Arti Dari Kata Poke Tidak Pernah Dijelaskan

Meskipun Facebook telah menjelaskan fungsi dari poke ntuk help center, namun tidak ada penjelasa resmi apa maksud dan arti dari kata poke tersebut. Definisi yang paling sering diartikan adalah menyentuh. Namun konotasi sedikit menggoda juga tidak bisa diacuhkan. David Kirkpatrick menjelaskan dalam The Facebook Effect bahwa Zuckerberg sekali waktu merespon pertanyaan tentang arti poke di Facebook. “Kami berpendapat akan sangat menyenangkan membuat sebuah fitur yang tidak memiliki maksud dan tujuan tertentu.. Jadi silahkan bersenang-senang dengannya, karena Anda tidak akan mendapatkan penjelasan apapun dari kami.”

Rata-Rata User Facebook Memiliki 130 Teman

Berapa jumlah teman yang Anda miliki di Facebook? Menurut halaman data statistic resmi facebook, rata-rata satu orang memiliki 13o teman. Dari data tersebut terungkap pula bahwa orang menghabiskan waktu selama 500 milyar menit per bulan untuk Facebook, serta jumlah pengguna aktifnya melampaui angka 500 juta.

Ada Applikasi Untuk Melihat Facebook Café Menu

Sama seperti Google, Staf Facebook juga mendapatkan makanan gratis tiga kali sehari (plus minuman dan snack gratis) yang dihidangkan oleh Facebook Culinary Team di Café X atau Café 6. Jika staff ingin mengetahui makanan apa yang ada dalam menu, mereka tidak perlu meninggalkan tempat duduknya. Bahkan, mereka juga tidak perlu meninggalkan halaman Facebooknya. Aplikasi lunchtime di Facebook akan menampilkan menu apa yang ditawarkan pada hari itu.

Mark Zuckerberg Menyebut Dirinya Sebagai Lulusan Harvard

Seperti bisa Anda lihat sendiri di facebook.com/zuck (URL pribadi milik Zuckerberg), Mark Zuckerberg sedikit berbohong dalam halaman profilnya. Dia menyebut dirinya sebagai Lulusan Harvard. Hal tersebut tidak benar, karena dia dropped out untuk berkonsentrasi mengerjakan Facebook. Ketika reporter 60 Minutes, Lesley Stahl menanyakan hal tersebut ke Zuckerberg, milyuner muda ini berkata, “Itu benar. Kami tidak memiliki pengaturan untuk dropout.”

California Memiliki Populasi Pengguna Facebook Terbesar

Hingga saat ini, California masih mencatatkan diri sebagai pengguna Facebook terbesar dengan jumlah user 15.267.160. Basis pengguna terbesar lainnya adalah Texas dengan jumlah 9 juta pengguna diikuti oleh New York dengan 8 juta user. Sementara Delaware menempati posisi paling buncit.

Hoodie Karyawan Facebook Laku $4000 di eBay

Jika merchandise Facebook menjadi barang koleksi sekarang, bayangkan berapa nilainya beberapa tahun lagi. Pasalnya hoodie standar milik seorang karyawan Facebook berhasil terjual hingga $4.050 dan diperebutkan oleh 50 penawar.

Minggu, 06 November 2011

CIDERA OLAHRAGA

Penanganan Awal pada Cedera OlahragaOleh :

dr. Dewa Gede Kurnia Pratama
CEDERA olahraga merupakan momok yang cukup menakutkan bagi sebagian orang yang rutin berolahraga ataupun bagi orang yang memang pekerjaannya berkecimpung di bidang olahraga, semisal atlit. Jadi sangat penting untuk diketahui dan dipahami baik itu bagi orang awam dan profesional sekalipun di dalam mencegah cedera saat berolahraga ataupun pada akhirnya mengobati apabila cedera itu telah terjadi.

Olahraga adalah kegiatan fisik guna mendapatkan kebugaran jasmani untuk meningkatkan kemampuan fisik dalam stamina dan prestasi. Pada saat melakukan kegiatan fisik mungkin didapat cedera apabila tidak dilakukan dengan benar, oleh karena itu perlu dilakukan cara yang lazim disebut dalam ilmu kedokteran yaitu : promosi, pencegahan, pengobatan, rehabilitasi.


Promosi

Merupakan upaya tindakan untuk meningkatkan taraf kesehatan mendapatkan kebugaran yang optimal karenanya perlu diingat keadaan kesehatan terutama mengenai sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah), respirasi (saluran pernapasan), dan neuromuskuloskeletal (saraf dan anggota gerak), sebagai kesiapan untuk melaksanakan kegiatan olahraga, sehingga dapat dihindari timbulnya cedera atau penyakit antara lain sakit organ/otot yang nantinya berujung pada penurunan kemampuan (prestasi).

Untuk mencapai tujuan tersebut tiap organ yang terkait sebelum diberikan pembebanan, disiapkan terlebih dahulu secara bertahap, yaitu : pemanasan (warm up), peregangan (stretching), latihan conditioning and strengthening, tergantung jenis olahraga yang akan dilakukan, pendinginan (cooling down), peregangan kembali. Tujuannya adalah untuk menjadi lebih kuat dan fit (bugar). Termasuk dalam peningkatan kebugaran agar tercapai tujuan adalah masalah gizi (jenis makanan dan minuman) dan lingkungan, termasuk kostum yang dipergunakan.

Pencegahan

Tujuan untuk tetap dapat melaksanakan kegiatan olahraga adalah menghindari cedera. Selain beberapa hal yang disebutkan dalam bagian promosi diatas, perlu dipikirkan mencegah kemungkinan masalah suhu badan akibat dehidrasi, melatih jantung dan menghindari obat-obatan semisal steroid. Peraturan olahraga juga merupakan bagian dari pencegahan cedera olahraga. Oleh karena itu peraturan harus ditaati, terutama untuk olahraga yang sifatnya pertandingan dan yang memungkinkan adanya kontak fisik.

Pengobatan Awal

Apabila telah terjadi cedera akibat olahraga, baik itu cedera yang dialami oleh amatir maupun profesional, penanganan awal yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan prinsip RICE, agar akibat cedera tersebut dapat segera pulih kembali. Adapun RICE adalah singkatan dari:

1. Rest : mengistirahatkan bagian yang cedera

2. Ice : pendinginan (bisa menggunakan kompres es) untuk mencegah perdarahan

3. Compression : memberikan balutan tekan sehingga dapat mengurangi pembengkaka

4. Elevation : bagian yang cedera diangkat, dapat juga untuk mengurangi pembengkakan.

Adapun perlu dipikirkan untuk konsultasi ke dokter apabila cedera yang dialami memang parah dan tidak dapat diatasi dengan penangan awal diatas. Dengan dilakukan pemeriksaan tambahan seperti laboratorium dan pencitraan semisal rontgen, dapat lebih memberikan gambaran yang lebih jelas terhadap cedera yang dialami dan penanganan yang lebih lanjut. Yang terbagi 2, yaitu : pembedahan dan non pembedahan, tergantung dari jenis dan tingkat keparahan cedera.

Rehabilitasi

Adalah upaya pemulihan seseorang sebelum atau sesudah tindakan sebagai akibat dari cedera. Dengan rehabilitasi diharapkan alat atau organ yang mengalami cedera dapat secepatnya pulih dan kembali berfungsi dengan baik. Waktu yang diperlukan untuk penyembuhan jaringan lunak, semisal otot adalah 4-6 minggu. Namun perlu diingat, immobilisasi (tidak digerakkan) lama pada alat gerak yang cedera dapat menimbulkan penyulit, yaitu gangguan dari gerak sendi, sehingga dalam masa penyembuhan harus tetap dilatih sampai batas maksimal yang dapat dilakukan. Untuk patah tulang rata-rata waktu yang diperlukan adalah 6-8 bulan.

Jenis Cedera Olahraga dan Penanganan Awal

Cedera olahraga yang mengenai sistem musculoskeletal dapat dibagi 3, yaitu : cedera jaringan lunak (tendon atau otot), cedera jaringan keras (tulang), dan cedera sendi (ligament,meniscus). Cedera tersering yang dialami baik oleh amatir maupun profesional adalah cedera sendi. Dimana semua persendian dari tubuh dapat mengalaminya, di antaranya sendi lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, bahu, siku dan jari. Istilah bagi orang awam yang mudah dimengerti adalah keseleo, yaitu yang dianggap sebagai salah urat.

Adapun cedera yang dapat dialami dari yang teringan sampai dengan yang terberat yaitu robekan sendi. Gejala awal yang timbul meliputi nyeri, bengkak dan memar. Untuk pengobatannya meliputi: sendi diistirahatkan dan diimobilisasi dengan teknik yang disebut strapping (dibalut, bisa dengan elastic bandage atau perban), sampai nyeri berkurang. Kompres es dan obat penghilang sakit maupun anti inflamasi (radang) non steroid dapat diberikan. Setelah bengkak berkurang segera latihan gerak sendi secara aktif dan latihan kekuatan otot.

Apabila cedera yang dialami berat, dapat menyebabkan rupture atau putusnya dari ligamen sehingga sendi menjadi tidak stabil. Dimana bagian tubuh yang sering terkena adalah lutut, pergelangan kaki, dan jari-jari. Olahraga yang tersering menyebabkan cedera ini adalah sepakbola, seperti misalnya Michael Owen, seorang atlit sepakbola asal Inggris, yang mengalami cedera ini dan membutuhkan penanganan yang lebih invasif yaitu pembedahan.

Gejalanya meliputi nyeri yang sangat berat sampai-sampai penderita tidak berani menggerakkan persendiannya dikarenakan nyeri, mungkin juga ada perdarahan di bawah kulit dan pembengkakan sendi. Pengobatan awal yang dapat dilakukan adalah dengan mengontrol nyeri dan pembengkakan, pembidaian sendi sehingga sendi terfiksasi, pendinginan dengan kompres es, dan obat-obatan anti inflamasi non steroid. Setelah bengkak dan nyeri berkurang, bidai harus diganti dan mulai latihan gerak sendi.

Tetapi perlu diingat bahwa tindakan tersebut diatas adalah penanganan awal yang dapat dilakukan, apabila cedera yang dialami parah atau tidak membaik dengan penanganan diatas, harus dikonsultasikan dengan dokter bukan dukun, agar tidak memperparah cedera yang dialami. Contohnya cedera yang menyebabkan putusnya ligamen dan patah tulang. Untuk itu diperlukan tindakan pembedahan untuk mendapatkan pemulihan yang lebih baik.

Sekali lagi hal yang terpenting adalah dengan mencegah terjadinya cedera, diantaranya seperti beberapa hal yang disebutkan diatas sebelumnya. Dan kalaupun terjadi cedera dapat dilakukan penanganan awal yang mudah dilakukan. Namun apabila sakit berlanjut, segera hubungi dokter.

Berikut adalah contoh gambar dari cara memfiksasi sendi yang baik, dan dapat dilakukan pada penanganan awal cedera olahraga.